Klaten juga tidak hanya dikenal dengan tempat rekreasi saja, namun ternyata ada juga tempat wisata ziarahnya yaitu Makam dari Sunan Pandanaran atau suka di sebut dengan Makam Sunan Bayat, Sunan Pandan Arang dan Sunan Tembayat karena posisinya itu terletak di daerah Bayat. Pintu masuk pada makam ini yaitu ada gapura yang bernama Gapura Sagara Muncar. Selain terdapat Gapura Sagara Muncar, ada juga lima gapura yang lainnya yaitu Gapura Pangrantuan, Gapura Dhudha, Gapura Pamuncar dan Gapura Bale Kencur dan Gapura Panemut. Untuk menuju ke makam Sunan Pandanaran pengunjung harus melewati anak tangga yaitu sekitar 250. Pada bagian kiri dan kanan anak tangga ini ada penjual berbagai dagangan tradisional di antaranya yaitu ada gerabah dan batik.

Saat pengujung sampai di lokasi, maka akan diperkenankan langsung untuk masuk kedalam tanpa menggunakan alas kaki untuk meminta izin kepada pengelola, setelah mendapatkan izin maka perjalanan bisa dilanjutkan untuk menelusuri jalan yang di sekitarnya terdapat juga ratusan makam yang merupakan pengikut daripada Sunan Panandaran besrta para kerabatnya. Tempat makam Sunan Pandanaran ini terletak pada tempat tertinggi di bagian makam yang ada, bangunan untuk makamnya tertutup rapat oleh bangunan kayu yang dikelilingi oleh kain putih.

Sunan Pandanaran atau Ki Ageng Pandan Arang semasa ini pada semasa hidupnya sangat terkait dengan penyebaran agama Islam di Jawa yang patuh terhadap ajarannnya, kemudian ia juga pernah menjabat sebagai Bupati kota Semarang kedua yang mengantikan Pangeran Mangkubumi, yang merupakan ayah dari Ki Ageng Pandan Arang. Selama berada di Bayat Sunan Pandanaran ini walaupun telah dikenal sebagai tokoh agama yang sangat disegani ia masih tetap mendalami ajaran agama Islam yang berada di bawah bimbingan dari Sunan Kalijaga.