Candi Merak ini didirikan yaitu pada sekitar abad 8 hingga 10 Masehi dan pertama kali ditemukan candi Merak ini yaitu pada sekitar tahun 1925-an. Lahan dari candi merak ini dahulu merupakan sebuah lahan yang terdapat pohon joho yang besar, dimana pohon joho ini suka dijadikan tempat tidur dan bertengger buruk merak. Lama kelamaan karena dan terus menua maka pohon joho ini tumbang, akibat dari tumbang tersebut maka akar dan tanahnya ikut terbawa dan terangkat keatas. Nah, pada saat itulah bermunculan arca dari bawah pohon tersebut, kemudian sesudah dilakukan penggalian lebih mendalam ternyata ditemukan banyak candi. Karena dahulunya di lokasi candi terdapat banyak bukuk merak sehingga pada akhirnya candi ini diberi nama candi Merak.

Candi Merak ini merupakan candi dari pemeluk agama Hindu, hal ini dapat dibuktikan dari berbagai arca yang ada yaitu seperti arca Durga, arca Ganesa dan lingga yoni. Kemudian selain itu juga terdapat arca lain yang berada di sekitar candi Merak ini seperti dewa-dewa dan Nandi dalam ajaran agama Hindu. Ukuran dari candi Merak ini tinggi 12 m, panjang 8,86 m, lebar 13,5 m dan dengan luas kompleks candi yaitu sekitar 2.000 m². Di area candi Merak ini ada sebuah bangunan candi yang menghadap ke arah timur dan ada tiga buah candi perwara yang menghadap ke arah bagian barat.

Selanjutnya untuk proses pemugaran terhadap candi Merak ini dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan dana dari APBD Prov. Jawa Tengah. Untuk pemugaran bagian kaki selesai dipugar yaitu pada tahun 2007, untuk bagian tubuh pada tahun 2010 dan untuk bagian atap selesai yaitu pada tahun 2011. Dilihat dari ciri arsitektur bangunannya bahwa candi Merak ini merupakan candi yang dibuat oleh Kerajaan Mataram Kuno seperti candi Plaosan, Prambanan dan candi Sewu. Dan bahkan pula ada yang mengatakan bahwa candi merak ini sebabad dengan candi Bima yang berada di Kompleks candi Dieng.